IMG-LOGO

MEMANFAATKAN JERAMI UNTUK PAKAN TERNAK DENGAN TEKNOLOGI AMOFER JERAMI

Create By 11 January 2023 Views

MEMANFAATKAN JERAMI  UNTUK PAKAN TERNAK DENGAN TEKNOLOGI   AMOFER   JERAMI

 

Usaha ternak sapi potong ada beberapa aspek yang perlu sekali diperhatikan agar nanti usaha ternak sapi potong dapat berhasil dengan baik serta menguntungkan , antara lain faktor bakalan/ bibit,kandang, pakan, kesehatan. Salah satu aspek yang akan dibahas adalah faktor pakan. Pakan  merupakan faktor penting dalam usaha  ternak sapi potong. Pakan yang berkualitas akan mempengaruhi perkembangan dan pertumbuhan ternak. Ciri pakan berkualitas adalah pakan yang kandungan gizinya cukup dan sedikit mengandung serat kasar. Beberapa sumber pakan yang dibisa diberikan ternak seperti hijauan rumputan, limbah pertanian(jerami padi, kulit kopi, rendeng, ketebon jagung), limbah industri (ampas tahu, bungkil kelapa).

Pada kesempatan ini akan kita bahas tentang limbah pertanian dari tanaman padi merupakan salah satu komoditas yang banyak diusahakan oleh petani di Magelang, dari kegiatan usaha tani padi tersebut terdapat limbah yang berupa jerami. Jerami inilah merupakan salah satu sumber pakan potensial yang murah, mudah dan melimpah untuk dijadikan pakan ternak sapii atau kerbau. Namun bila   jerami akan  dijadikan pakan, maka diperlukan    teknologi pengolahan jerami agar menjadi  pakan ternak berkwalitas dan awet, karena jerami padi mempunyai kandungan serat  kasar  tinggi  sekitar 29,2 ngan daya cerna hanya 30 % - 35 %, sehingga jerami bukan tipe pakan ternak yang baik bila tidak diolah dahulu.

Jerami  padi sebagai salh salah satu limbah pertanian merupakan bahan dapat  diolah menjadi  amofer jerami atau amoniasi fermentasi jerami

Ada perbedaan antara jerami yang diolah dan tidak seperti tabel berikut :

NO

URAIAN

JERAMI SEBELUM DIOLAH (%)

JERAMI SESUDAH DIOLAH (%)

1

2

3

4

5

6

Air

Abu

Protein kasar

Lemak

Serat kasar

BETN

10,0

16,5

4,1

1,6

29,2

32,6

10,0

21,5

12,5

2,1

19,1

35,9

 

Dari data diatas akan dipeoleh kesimpulan bahwa jerami  yang telah diolah kandungan serta kasar rendah sehingga tingkat palabilitasnya tinggi, namun bila tidak diolah jerami akan sulit dicerna  ternak. Teknik pengolahan jerami yang ditawarkan adalah dengan teknologi amoniasi fermentasi jerami.

Tehnologi fermentasi jerami padi (Amoniasi fermentasi jerami/ Amofer jerami) adalah teknologi pengolahan jerami menjadi pakan ternak dengan menggunakan stater berupa starbio.  Tujuan pengolahan jerami padi dengan teknologi ini   adalah:1). Meninggkatkan konsumsi jeramii padi bagi ternak, 2). Meninggkatkan palabilitas, daya cerna dan kandungan gizi, 3). Menurukan biaya produksi, 4). Meninggkatkan daya dukung usaha intensifiksi dayan deversisikasi  usaha tani ternak

Bahan Amofer jerami antara lain : a). Jerami padi sebanyak 10 kg, b). Starbio sebanyak 60 gr, c). Urea 10  gr, d). Air secukupnya. Alat yang diperlukan : Kantong plastik, silo/tempat fermentasi/ drum, tali rafia, ember dan timbangan.

Langkah kerja dalam membuat sebagai berikut : 1). Siapkan alat dan bahan, 2). Lalu jerami padi dipotong-potong sepanjang 15-20 cm, 3). Tumpuk jerami  dan taburi satrbio dan urea, siram dengan air sedikit demi sedikit sampai rata, 4). Tumpuk disesuaikan dengan jerami yang akan di buat Amofer, 5). Tutup rapat-rapat dengan plastik, 6). Pemeraman selama 21 hari, 7). Setelah 21 hari katutup buka jerami dikeluarkan dan diangin-anginkan agar aroma amoniak hilang, 8). Setelah amoniak hilang  bisa diberikan ternak.

Bila urutan kegiatan pembuatan amofer jerami diatas telah selesai maka kita akan mendapatkan pakan yang telah jadi,  Amofer jerami yang telah jadi dan siapkan diberikan ternak dengan mutu baik bercirikan sebagai berikut : Amofer jerami  berwarna coklat, tektur lunak, aroma khas, disukai ternak.

Karena potensial yang dimiliki dimiliki desa tentu perlu sekali dilakuan pelatihan bagi peternak agar nantinya mampu mengolah jerami padi menjadi pakan yang berkualitas dan bergizi yang dapat diberikan ternak agar nanti tingkat konsumsi dan palabilitas ternak meningkat sehingga pada gilirannya akan mampu meningkatan pertumbuhan dan perkembangan ternak.Sutrisno, SP (PPL